[News] Trend Elektabilita Partai Sekuler & Partai Islam Menjelang Pemilu 2014

Dalam sejarah pemilu demokratis Indonesia, kekuatan partai-partai Islam tidak pernah menjadi kekuatan mayoritas walaupun hampir 90% pemilih Indonesia beragama Islam.Peta politik di Indonesia sulit dilepas dari pertarungan kelompok Islam versus nasionalis. Polarisasi Islam-nasionalis ini biasanya merujuk pada politik aliran yang diteoritisasi Clifford Geertz pada 1950-an.

new-image-pemilu

Inti dari teori ini adalah adanya kesamaan ideologis yang ditransformasikan ke dalam pola integrasi sosial yang komprehensif.

Dalam pemilu 1955, partai-partai Islam (Masyumi, NU, Perti, dan PSII) hanya mampu meraih suara sekitar 43,7%. Dalam pemilu 1999, gabungan partai Islam (PK, PPP, PBB, PAN, PKB dll) mendapat 36,8%. Pada Pemilu 2004, kekuatan seluruh partai-partai Islam naik sedikit menjadi sekitar 38,1%.

Islam tidak menjadi dasar utama sikap dan perilaku elektoral Muslim Indonesia.Apakah kecenderungan ini akan terus berlanjut hingga pemilu 2014 nanti? Apakah Muslim Indonesia lebih cenderung mengkerangkakan sikap elektoral mereka dengan Pancasila, dan sikap ini cukup jelas harus dibedakan dengan Islam?Apakah sikap elektoral Muslim Indonesia pada umumnya lebih didasarkan atas pertimbangan program-program rasional ketimbang sentimen identitas keagamaan

 

(author: Imam M. mabrur)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s